Penanaman Aqidah Sejak Dini
Penanaman Aqidah Sejak Dini merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 17 Rajab 1447 H / 6 Januari 2026 M.
Kajian Tentang Penanaman Aqidah Sejak Dini
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan orang tua untuk mengajarkan dan membiasakan anak melaksanakan salat pada usia 7 tahun. Ketentuan ini menunjukkan bahwa pendidikan ibadah dan aqidah harus dimulai sedini mungkin. Begitu pula dengan pembentukan karakter (character building); anak perlu diajari kesabaran, kesantunan, kelembutan, dan akhlak mulia lainnya sejak kecil.
Membangun Benteng Muraqabah
Penanaman aqidah dan pokok-pokok dasar agama (ushuluddin) berfungsi sebagai benteng dari gelombang kerusakan zaman. Jika pengetahuan tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala tertanam kuat, akan lahir rasa muraqabah (merasa diawasi oleh Allah) dalam hati anak.
Rasa takut (khauf) dan cinta (mahabbah) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadi pelindung kokoh agar anak tidak terjerumus ke dalam perbuatan keji, seperti zina dan kemaksiatan lainnya. Dengan modal ini, anak dapat menjaga dirinya sendiri meskipun orang tua tidak sedang bersamanya. Ia menjauhi keburukan karena takut kepada Allah dan menyukai kebaikan karena cinta kepada-Nya.
Fitrah Tauhid dan Persaksian Jiwa
Pada dasarnya, setiap bayi dilahirkan di atas fitrah keimanan tauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengambil persaksian atas jiwa manusia jauh sebelum mereka lahir ke dunia, sebagaimana firman-Nya:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ…
“Dan ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku ini Rabbmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.`” (QS. Al-A’raf [7]: 172)
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
إِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ، وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ، وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِي مَا لَمْ أُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا
“Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus di atas tauhid) semuanya. Akan tetapi, kemudian setan-setan mendatangi mereka lalu memalingkan mereka dari agama mereka. Mereka (setan) mengharamkan atas hamba-hamba-Ku apa yang telah Aku halalkan bagi mereka, serta menyuruh mereka untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang Aku tidak turunkan keterangan (dalil) tentangnya.” (HR. Muslim)
Setan merusak fitrah manusia dengan membolak-balikkan haq dan batil, mengharamkan yang halal, menghalalkan yang haram, serta menyeret manusia dari tauhid menuju syirik.
Tanggung Jawab Orang Tua sebagai Benteng Utama
Ayah dan bunda memegang tanggung jawab utama untuk menjaga “segel tauhid” yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada anak. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyoroti peran orang tua sebagai penyebab utama keluarnya anak dari fitrah. Hal ini bisa terjadi karena kelalaian, pola asuh yang salah, atau pembiaran terhadap pengaruh luar yang merusak. Orang tua wajib menjaga anak agar tidak dirongrong oleh setan, baik dari golongan jin maupun manusia.
Meskipun tidak ada orang tua yang secara sengaja ingin merusak aqidah anaknya, kelalaian dalam mendidik dapat mengarah pada hasil yang buruk. Di era media sosial dan gawai (gadget) saat ini, pengaruh negatif dapat masuk dengan sangat mudah. Oleh karena itu, rumah harus menjadi benteng pertama bagi aqidah anak.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.
Download mp3 Kajian
Podcast: Play in new window | Download
Artikel asli: https://www.radiorodja.com/55963-penanaman-aqidah-sejak-dini/